Apakah Adik Ipar dapat membatalkan wudhu?

Pertanyaan :

Bagaimana hukumnya bila setelah wudhu bersentuhan dengan ibu mertua dan adi ipar?

 

Jawab :

BErbicara mengenai perkara yang membatalkan wudhu itu memang banyak jumlahnya dan diantaranya bertemunya kulit seorang laki – laki dengan perempuan (bersentuhan) yang mana keduanya bukan mahrom (muhrim), yaitu orang – orang yang haram untuk dinikahi karena satu nasab, mertua, atau sepersusuan TEtapi sebagian mahrom yang tetap membatalkan wudhu apabila bersentuhan, jadi stidak semua mahrom bebas disentuh.

 

Pertanyaannya sekarang adalah, siapa saja dari mereka yang bisa membatalkan wudhu?Istilah mahrom sendiri itu ada dua macam, sehingga ada yang membatalkan wudhu dan ada yang tidak.

 

Pertama, mahrom ‘ala ta’bid yaitu seseorang yang selamanya selamanya menjadi mahrom seperti bapak, saudara kandung dan mertua. Kedua, adalah mahrom la’ala ta’bid yaitu seseorang yang tidak selamanya menjadi mahrom seperti kaka/adik ipar. Adapun maksud dari tidak selamanya itu begini, ketika sebuah hubungan suamiistri sudah putus maka kakak/adik ipar tidak lagi menjadi mahrom. dari kedua pembagian itu yang membatalkan wudhu adalah mahrom la’ala ta’bid seperti kakak/adik ipar.

 

Kesimpulannya adalah bersentuhan dengan mertua tidak memabatalkan wudhu, sedang bersentuhan dengan adik/kakak ipar membatalkan wudhu. Demikian semoga bermanfaat. (dikutip dari Fiqh interaktif ngaji bareng gus yusuf seri menapak hidup baru)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s